Prosedur Registrasi Hak Paten

Prosedur Registrasi Hak Paten Pada Dasarnya Dimulai Dengan Pengajuan Permohonan Kepada Ditjen Hak Kekayaan Intelektual. Permohonan Hak Paten Ini Diperbuat oleh seorang inventor yang mempunyai satu invensi ataupun satu kesatuan invensi. Invensi di sini adalah produk barang atau jasa yang akan dihakpatenkan. Dalam beberapa kasus seringkali ditemukan pendaftaran satu invensi untuk satu kesatuan invensi yang lain. Seperti , registrasi invensi alat tulis, meliputi yaitu alat-alat di dalamnya, seperti tinta, pensil, pulpen, dan alat tulis yang lain. Perlu juga dipahami, sebelum meregister hak paten ke Ditjen terkait, yang pada hal ini ialah HKI penting pula untuk menjalankan cek paten merk.

Konsultan Merek

Mengecek paten merk ini sanggup jadi acuan dan riset supaya pengajuan dapat diterima. Untuk dapat memperoleh daftar paten merk yang ada di berbagai wilayah, bahkan di seluruh dunia dapat dibuat secara online. Hal ini dapat dilakukan dengan mengunjungi situs resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Di sana ada database merk yang langsung terhubung dengn WIPO. WIPO sendiri singkatan dari World Intelectual Property Organization. Bukan sebatas memuat data mengenai nama-nama merk yang telah terregisterasi dengan resmi di dunia, namun juga merk logo yang jadi salah satu ciri khas suatu merk. Anda pun dapat memperoleh informasi seputar data merk paten yang telah terregisterasi lewat email ataupun dapat segera berkunjung kantor Ditjen Hak Kekayaan Intelektual di wilayah Anda  syarat pendaftaran merek.

Di dalam prosedur registrasi hak paten, ada tata cara yang wajib diperbuat oleh tiap pemohon hak paten. Salah satunya ialah tata cara permohonan untuk registrasi merk dagang. Tata cara permohonan ini tak dapat serta merta dilakukan. Terdapat beberapa langkah yang patut disiapkan dan diperbuat sebelum pengajuan. Salah satunya ialah mengisi formulir permohonan registrasi. Pengisian formulir ini perlu dilakukan supaya permohonan dapat segera diproses dan diterima oleh pihak Ditjen HKI.

Konsultan Hak Paten

Formulir permohonan ini dapat Anda peroleh lewat situs resmi Ditjen HKI dibagian fitur permohonan registrasi. Saat Anda mengembangkan laman itu, dengan otomatis Anda akan disuguhkan dengan beberapa file berbentuk Word yang isinya formulir. Untuk menjalankan permohonan registrasi merk sendiri, bukan sekedar contohnya pengisian formulir. Namun pula contohnya kodefikasi persuratan merk, surat pernyataan lisensi, dan lain -lain. Dalam pengisian formulir registrasi, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan oleh calon pendaftar. Terutama di dalam bagian identifikasi merk yang ingin diregistrasikan. Di dalam pengisian identifikasi tersebut, bukan sekedar nama merk yang mesti dipaparkan dengan terperinci. Namun pula syimbol ataupun logo merk yang juga termasuk ke dalam surat pengajuan permohonan. Dalam beberapa identifikasi contohnya unsur bahasa yang dipakai, pelafalan, tipe merk, tulisan merk, logo merk, sampai warna dan syimbol pada penulisan merk. Dari informasi tersebut, bisa disimpulkan yakni sebelum menjalankan permohonan registrasi diharuskan menyiapkan semua yang berkaitan dengan merk yang akan diregistrasikan.

Prosedur registrasi hak paten dapat diperbuat dengan mengajukan surat permohonan ke Ditjen Hak Kekayaan Intelektual. Surat permohonan tersebut dapat berupa formulir permohonan yang contohnya tanggal registrasi hak paten, alamat lengkap serta jelas pendaftar, nama lengkap, nama dan alamat lengkap kuasa apabila pengajuan diperbuat oleh seorang kuasa, surat kuasa khusus, surat pernyataan registrasi, judul invensi, klaim tentang invensi, deskripsi atau identifikasi inveksi yang hendak dipatenkan, gambar atau logo invensi, sampai ringkasan mengenai deskripsi invensi yang diregistrasikan.

Hak Kekayaan Intelektual

Invensi tersebut kelak pun mesti lewat prosedur syarat registrasi merk dagang atau jasa. Syarat registrasi merk itu dapat dimulai dengan menyiapkan biodata pemohon, mempersiapkan sedikitnya 30 contoh merk berupa logo atau simbol berukuran maksimal 9 X 9 dan minimalnya 2 X 2 cm. Selain itu, diperlukan pula daftar barang ataupun jasa yang hendak diberi merk, surat pernyataan kepemilikan, surat kuasa apabila memang registrasi dibuat oleh seorang kuasa, fotokopi KTP pemohon, dan fotokopi NPWP bilamana pemohon perusahaan.

Prosedur registrasi merk itu terbagi ke dalam dua bagian, diantaranya pengajuan langsung oleh pemohon dan proses verifikasi yang dengan resmi diperbuat oleh Ditjen HKI. Pengajuan permohonan patut dilakukan secara memenuhi segala persyaratan yang diajukan oleh Ditjen HKI. Berikutnya, persyaratan berupa persuratan dan formulir pemohon bisa dibuat pemeriksaan sehingga sertifikasi merk pemohon siap diterbitkan. Pada umumnya, dari pengajuan permohonan sampai diterbitkan sertifikasi merk dagang atau jasa diperlukan waktu sekitar 12 – 15 bulan lamanya syarat pendaftaran hak kekayaan intelektual.

Leave a Reply

Your email address will not be published.