Dele Alli Mengirim Kode menuju Bayern Munich?

Pemain Tottenham Hotspur, Dele Alli, mengakui amat mengidolakan tim raksasa Jerman, Bayern Munich. Anggapannya, Bayern adalah kesebelasan yang amat besar dan senantiasa dapat memperlihatkan performa di tingkat paling tinggi.

Baru-baru ini, Dele Alli dan Tottenham Hotspur memang pernah bertarung kontra Bayern di partai pra-musim bertajuk Audi Cup. Di partai itu, The Lilytwhites sukses menjadi juara melalui fase adu penalti.

“Bayern Munich adalah salah 1 tim paling besar di planet ini. Mereka terus dapat memperlihatkan performa di tingkat paling tinggi sejak aku mulai menonton laga sepakbola. Mereka merupakan kesebelasan raksasa yang disokong oleh pendukung fanatik dan manajer yang spektakuler, ” tutur Alli pada DAZN.

Di dalam peluang yang serupa, Alli jua menyampaikan pandangannya soal banyaknya bintang belia Inggris yang mengadu nasib di Bundesliga. Anggapannya, hal ini dapat berlangsung sebab kejayaan yang didapat oleh Jadon Sancho bareng Borussia Dortmund di dalam 2 kompetisi musim terbaru.

“Sebagai seorang anak kecil yang berkembang dan besar di Inggris, tampil dalam Premier League memang jadi sebuah impian. Namun, Bundesliga sekarang memulai jalan anyar pada bintang-bintang muda Inggris untuk cemerlang. ”

“Hal ini dapat berlangsung sebab performa cemerlang Jadon Sancho bareng Borussia Dortmund. Menurut aku, Bundesliga merupakan turnamen yang amat bagus dan bakal memperoleh tidak sedikit para pemain muda berkualitas pada masa mendatang, ” cetus Alli.

Ban Mobil Bocor di Kecepatan 237 Km/Jam Menjadi Penyebab Kematian Reyes

Realita anyar terbongkar dari kematian pemain dari Spanyol Jose Antonio Reyes. Ban Mercedes Brabus S550 yang dikemudikan Reyes bocor kala mobil tengah meluncur pada kecepatan 237 kilometer per jam.

Peristiwa ini berlangsung kala Reyes di dalam perjalanan ke kediaman di dekat Utrera. Mobil yang dibawa Reyes ikut ditumpangi sang sepupu, Jonathan Reyes, menabrak pembatas jalan, terguling, sampai pada akhirnya terbakar. Jonathan dimakamkan pada Minggu (2/6/2019), sehari sebelum Reyes dimakamkan.

Sepupu lain, Juan Manuel Calderon, bisa melarikan diri dari kendaraan yang hangus terbakar. Calderon sedang di dalam perawatan intens di Rumah Sakit Virgen del Rocio usai mendapatkan luka bakar sungguh.

Kematian Reyes yang mendadak tidak pelak mendatangkan duka mendalam. Tidak sedikit pemain dan mantan kawan satu tim mengutarakan ucapan duka cita pada keluarga yang ditinggal.

Laga pamungkas Liga Champions 2019 di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6/2019) malam WIB, juga diwarnai mengheningkatkan cipta mengenang Reyes.

Kepergian Reyes jua jadi amat mencengangkan sebab aksi mantan bintang Sevilla dan Atletico Madrid ini akhir-akhir tidak terdengar lagi.

Semenjak 2016, Reyes telah berpindah 4 tim diawali dari Espanyol, kemudian terdegradasi menuju Segunda Division bareng Cordoba, menjajal divisi 2 Liga China bareng Xinjiang Tianshan Leopard, dan terbaru bareng Extremadura musim kemarin.

Tidak Terdapat yang Mustahil, Arsenal Dapat Jawara Musim Depan

Legenda Arsenal, Robin van Persie, yakin The Gunners dapat kompetitif dengan Manchester City dan Liverpool di papan atas Liga Inggris kompetisi musim berikutnya.

“Tentu saja Arsenal dapat kompetitif dengan Manchester City, sebab mereka telah nyaris, mereka telah hampir sepanjang beberapa tahun. Ini seluruh merupakan waktu. Kini Kamu punya City, yang berbuat sesuatu yang fantastis. Untuk mengangkat trofi berturut-turut amat mengesankan, ini memperlihatkan jika Kamu merupakan kesebelasan yang ideal, ” tutur Van Persie pada BBC Sport.

Arsenal tidak sekalipun jawara Liga Inggris semenjak 2004. Pencapaian paling baik mereka merupakan finis ke 2 pada 2005 dan 2016.

Kompetisi musim ini, Arsenal malahan terlempar dari empat besar dan berakhir di tempat 5. Meskipun begitu, Van Persie yakin The Gunners dapat bangkit kompetisi musim berikutnya dan kompetitif di papan atas.

Berdasarkan Van Persie, sepakbola tidak dapat diprediksi. Jadi, dapat saja City yang sangat perkasa kompetisi musim ini menjadi lemah kompetisi musim berikutnya.

“Ini berlangsung dengan cara bertahap. Kemungkinan Pep Guardiola bakal angkat kaki tahun depan dan ini berdampak sesuatu pada City. Bisa jadi Liverpool bakal mengakusisi dan mereka bakal mendominasi sepanjang bertahun-tahun menuju depan. ”

“Tapi aku berharap yang paling baik untuk Arsenal dan mereka dapat mengangkat trofi. Aku paham betapa sulitnya ini, ” tutur Van Persie.

Van Persie sendiri memperkuat The Gunners pada 2004-2012. Dia mencatat 278 penampilan di seluruh turnamen dengan sumbangan 132 goal.

Lacazette: Napoli Lain dari Tim Italia Yang lain

Striker Arsenal, Alexandre Lacazette, telah tak sabar melawan Napoli pada perempat-final Liga Europa Jumat (12/4/2019) dinihari WIB. Hal itu tidak lepas dari karakter permainan kesebelasan tamu yang lain dari tim Italia lainnya.

Untuk Lacazette, Napoli berlaga secara lain bersama filosofi sepakbola Italia yang terus dipertontonkan kesebelasan yang lain. Dia menyatakan anak didik Carlo Ancelotti amat taktikal serta punya bintang berbakat pada seluruh sektor.

“Mereka kesebelasan yang amat hebat. Kesebelasan yang amat taktikal namun mereka betul-betul lain dibanding kesebelasan Italia yang lain. Napoli memiliki teknik permainan mengesankan serta dihuni bintang berbakat, ” tutur Lacazette sebagaimana ditulis Football Italia, Kamis (11/4/2019).

Meski begitu, bintang dari Prancis itu masih yakin Arsenal dapat memperoleh kemenangan. Terlebih kesebelasannya amat termotivasi usai di musim kemarin laju mereka pada Liga Europa kandas di semi-final.

“Musim kemarin kami tidak berhasil bisa sampai laga pamungkas, namun musim ini kami mau maju lebih jauh lagi. Kami paham kini kesebelasan ini lebih bagus, terlebih apabila berlaga di kandang, itu amat krusial buat kami. Pemain-pemain paham ini dengan amat bagus serta kami dapat memperoleh pencapaian penuh, ” dia meneruskan.

Tak ketinggalan, Lacazette memberi pujian pada 2 kawan seklubnya, Pierre Emerick Aubameyang serta Mesut Oezil. “Auba bintang yang amat baik, kami berlaga bareng serta aku bahagia diduetkan dengannya. Sedangkan Oezil ia salah satu kapten di gelanggang, ” pungkasnya.

Joachim Low Ungkap Dua Hal yang Harus Dibenahi Timnas Jerman

Timnas Jerman memasuki fase baru di tahun ini. Joachim Low, selaku sang pelatih, berbuat transisi besar. Di antaranya mencoret Thomas Mueller, Mats Hummels, serta Jerome Boateng dari kesebelasannya.

Hal tersebut didasari yang diperlukan tim nasional Jerman guna menyesuaikan diri dengan kemajuan sepakbola masa sekarang. Dengan khusus, dia juga mengatakan dua tugas rumah yang harus dibenahi Marco Reus dkk.

Tugas rumah pertama-tama menyangkut fleksibilitas di dalam pertandingan. Ia memimpikan pasukannya bisa bertanding sama baiknya bersama sistem 4 pemain bek atau 3 pemain bek.

“Kami sudah sering merubah dari 4 pemain bek ke 3 pemain bek. Ini jua menjadi hal paling penting guna beberapa bulan ke depan, ” ungkap Low pada laman resmi DFB. “Tim seharusnya menguasai 2 taktik dasar itu. ”

“Kami perlu mengembangkan kemampuan defensif sehabis kehilangan bola. Rombongan saya sungguh rapuh saat melawan Belanda. Rombongan saya juga mau memperbaiki kualitas menghadapi set pieces serta perubahan menyerang cepat. ”

“Dalam beberapa pertandingan, rombongan saya lebih terus menguasai bola, tapi lambat saat menyerang ke gawang lawan dan kami harus memperbaiki hal itu juga, ” papar ia.